nada nadi

Dengan seiring nada nadi
teringatku pesanan si guru pagi
kenallah bunyi tepukan sebelah tangan
kenallah warna angin agar kau tak karuan

pergilah anakku ke medan perang
hunuskan iman perisaikan kesabaran
masalah dunia adalah panduan
ingatlah, setingginya hujan kan pulang ke lautan

sudahku berikan jalan bercahaya
sudahku siapkan sebuah bahtera
tetap engkau pilih lemas dalam gelita
bila hati mati, nafas berhenti, salah siapa?

damaikan diri sendiri dahulu
akur pada beribu, yakin pada yang satu
biar mereka mastuli, dan engkau belacu
yang berat di neraca adalah imanmu…

– fadly.ahmad

Darkness

Advertisements